PertaMC Integrasikan Energi Bersih dan Ketahanan Pangan melalui Greenhouse Hidroponik di DEB Kampung Eduwisata Bhinneka

10 Juli 2026

Jakarta, 10 Juli 2026 - Sebagai wujud keberlanjutan program Desa Energi Berdikari (DEB) Kampung Eduwisata Bhinneka, PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) terus memperluas pemanfaatan energi bersih melalui greenhouse hidroponik berbasis listrik solar cell. Inisiatif ini mencerminkan komitmen PertaMC dalam mengintegrasikan transisi energi dengan pemberdayaan masyarakat secara.

Greenhouse ini merupakan pengembangan lanjutan dari implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan DEB yang telah mendukung kemandirian energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Pemanfaatan energi surya tersebut kini diperluas untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui konsep urban farming yang adaptif terhadap keterbatasan lahan perkotaan.

Mengusung sistem hidroponik gully dengan metode Nutrient Film Technique (NFT), greenhouse DEB dirancang untuk mengoptimalkan budidaya tanaman melalui sirkulasi air dan nutrisi yang efisien. Saat ini, greenhouse membudidayakan berbagai komoditas hortikultura seperti selada, pokcoy, dan kangkung. Dengan kapasitas 300 lubang tanam, greenhouse ini memiliki potensi menghasilkan sekitar 50–60 kilogram sayuran segar setiap 2–3 minggu, sebagai kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat urban.

Inisiatif ini memberikan manfaat langsung kepada 20 penerima manfaat, yang terdiri dari perempuan dan lansia yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar PKK RW 006 Kemayoran. Melalui program ini, para penerima manfaat tidak hanya memperoleh akses terhadap sumber pangan yang lebih berkelanjutan, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam praktik pertanian modern yang produktif dan bernilai ekonomi.

Direktur Utama PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC), Yardinal, menyampaikan bahwa transisi energi akan memberikan manfaat yang optimal melalui ruang kolaborasi yang mampu menciptakan nilai bagi masyarakat. "PertaMC berkomitmen menghadirkan transisi energi yang tidak hanya mendukung dekarbonisasi, tetapi juga memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan. Greenhouse Hidroponik di Desa Energi Berdikari menjadi wujud nyata bagaimana energi bersih dapat memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan perempuan dan lansia, serta mendorong ekonomi hijau berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan, kami ingin memastikan setiap inisiatif keberlanjutan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang lebih tangguh dan berkelanjutan," ujar Yardinal.

Selain memperkuat ketahanan pangan, greenhouse DEB juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan pengunjung untuk mempelajari praktik pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih. Kehadirannya semakin mempertegas peran DEB Kampung Eduwisata Bhinneka sebagai laboratorium pembelajaran yang mengintegrasikan energi bersih, ketahanan pangan, dan pemberdayaan komunitas.
Corporate Secretary & Legal PertaMC, Tjahyo Nikho Indrawan, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi bersih harus mampu menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. "Bagi PertaMC, Greenhouse Hidroponik DEB merupakan implementasi nyata komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam setiap inisiatif pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa energi bersih tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan," tutup Nikho.

Inisiatif ini selaras dengan komitmen PertaMC dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 5 (Gender Equality), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), serta SDG 13 (Climate Action). Melalui program ini, PertaMC menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi karbon, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Back to Articles

Other Article